SERANG– Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat program pendidikan gratis sekaligus memperluas daya tampung sekolah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan menengah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaluddin mengatakan penguatan program sekolah gratis menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah memastikan masyarakat memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan.
Menurut Jamaluddin, perluasan akses pendidikan tidak hanya dilakukan melalui program pembiayaan pendidikan, tetapi juga dengan menambah sarana dan prasarana sekolah di sejumlah wilayah yang membutuhkan.
“Program sekolah gratis kita perkuat bersamaan dengan penambahan daya tampung sekolah. Jadi masyarakat tidak hanya dibantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga diberikan akses untuk mendapatkan layanan pendidikan,” kata Jamaluddin.
Ia menjelaskan, kebutuhan penambahan daya tampung sekolah masih cukup besar. Berdasarkan proyeksi 2026, jumlah penduduk usia 16 sampai 18 tahun di Provinsi Banten diperkirakan mencapai 612.876 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 65,28 persen atau sekitar 400.085 penduduk bersekolah sesuai dengan jenjang usianya. Sementara itu, masih terdapat sekitar 34,72 persen atau 212.791 penduduk yang belum bersekolah sesuai jenjang usia.
Jamaluddin mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus dasar bagi pemerintah untuk terus memperluas akses pendidikan menengah di Banten.
“Angka partisipasi harus terus kita dorong. Karena itu, pembangunan sekolah baru menjadi salah satu bagian dari strategi untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak Banten,” ujarnya.
Dalam penguatan akses pendidikan tersebut, Pemprov Banten menyiapkan tujuh Unit Sekolah Baru atau USB yang terdiri atas dua SMA, empat SMK dan satu Sekolah Khusus atau SKh.
Dua USB SMA berada di Kabupaten Tangerang dan Kota Serang. Sementara empat USB SMK berada di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.
Adapun satu USB SKh dibangun di Kabupaten Serang. Kehadiran sekolah-sekolah baru tersebut diharapkan dapat mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat sekaligus menambah kapasitas penerimaan peserta didik.
Secara keseluruhan, pembangunan tujuh Unit Sekolah Baru tersebut memiliki daya tampung mencapai 1.356 murid.
“Dengan adanya sekolah baru ini, kita berharap semakin banyak anak yang dapat melanjutkan pendidikan. Pemerintah ingin memastikan persoalan akses tidak menjadi alasan bagi anak-anak untuk berhenti atau tidak melanjutkan sekolah,” kata Jamaluddin.
Ia menambahkan, pembangunan USB merupakan bagian dari perubahan yang sedang dilakukan dalam sektor pendidikan di Provinsi Banten. Pemerintah daerah mengalokasikan total investasi sebesar Rp51,1 miliar untuk pembangunan tersebut.
Selain membangun sekolah baru, Pemprov Banten juga terus melakukan pembangunan ruang kelas baru untuk meningkatkan kapasitas layanan pendidikan. Upaya tersebut diarahkan agar pertumbuhan kebutuhan pendidikan dapat diimbangi dengan ketersediaan fasilitas belajar.
Jamaluddin menegaskan, keberhasilan program pendidikan gratis tidak hanya diukur dari kemampuan pemerintah memberikan dukungan pembiayaan. Menurutnya, program tersebut juga harus dibarengi dengan ketersediaan sekolah, ruang kelas, tenaga pendidik dan layanan pendidikan yang memadai.
“Sekolah gratis harus dibarengi dengan kesiapan layanan. Kita ingin anak-anak Banten bisa bersekolah dengan akses yang lebih dekat dan fasilitas yang terus kita tingkatkan,” ujarnya.
Penguatan program sekolah gratis dan pembangunan USB juga diharapkan mampu mendorong peningkatan angka partisipasi pendidikan di Banten. Materi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten mencatat adanya tren peningkatan Angka Partisipasi Murni dan Angka Partisipasi Kasar dalam satu tahun.
Pemerintah Provinsi Banten menempatkan perluasan akses pendidikan sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang lebih merata. Dengan kombinasi program sekolah gratis, pembangunan sekolah baru dan penambahan ruang kelas, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat dapat mengakses pendidikan menengah.
“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak Banten mendapatkan kesempatan belajar. Pemerintah akan terus memperkuat program dan infrastrukturnya agar akses pendidikan semakin luas,” kata Jamaluddin. (ADV)






