Serang, Cahaya Bangsa — Implementasi 10 Program Pokok PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) di lima kecamatan di Kota Serang diduga vakum dan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Lembaga yang seharusnya menjadi motor penggerak kesejahteraan keluarga ini dinilai hanya formalitas belaka, dengan papan nama yang terpampang tanpa ada kegiatan nyata di lapangan.
Kondisi “mati segan hidup tak mau” ini disinyalir terjadi karena kurangnya kreativitas para Ketua PKK tingkat kecamatan dalam mengembangkan program. Padahal, anggaran untuk program-program tersebut diduga terus mengalir setiap tahunnya. Hal ini diungkapkan oleh sejumlah warga di lima kecamatan tersebut kepada wartawan Cahaya Bangsa baru-baru ini.
Potensi Ekonomi yang Terbengkalai
Warga menilai, di wilayah Kecamatan Curug, Cipocok Jaya, Walantaka, Taktakan, dan Kasemen, banyak ibu rumah tangga yang tidak memiliki kesibukan produktif. Seharusnya, PKK mampu merekrut dan membina mereka melalui pelatihan keterampilan yang sesuai dengan potensi lokal.

Beberapa tokoh masyarakat memberikan gambaran potensi yang bisa dikembangkan jika pengurus PKK kreatif:
-
Kecamatan Walantaka: Penanaman jagung.
-
Kecamatan Curug: Pertanian pisang dan singkong.
-
Kecamatan Taktakan: Pengembangan produksi emping.
-
Kecamatan Cipocok Jaya: Produksi kue (donat) dan aneka keripik.
-
Kecamatan Kasemen: Produksi ikan asin dan telur asin.
“Jika ibu-ibu ini dilatih dan diarahkan, mereka bisa membantu perekonomian suami. Namun sayangnya, Ketua PKK yang dijabat oleh istri Camat terkesan hanya menjalankan tugas sebagai formalitas,” ujar salah satu warga.
Kritik Terhadap Peran Camat
Kritik keras juga datang dari Rosyadi, Ketua Umum Paku Banten Center Indonesia. Ia menilai para Camat, sebagai perpanjangan tangan Walikota, gagal dalam melakukan sosialisasi dan pembangunan di wilayahnya.
“Banyak warga bahkan tidak mengenal wajah Camatnya sendiri. Bagaimana mau menggerakkan pembangunan jika tidak pernah turun ke masyarakat?” tegas Rosyadi. Ia juga menyinggung agar penempatan pimpinan wilayah tidak didasari atas balas budi politik atau loyalitas saat Pilkada semata, melainkan berdasarkan kompetensi.
Masyarakat kini berharap Walikota Serang dapat menginstruksikan para pengurus PKK untuk lebih serius merealisasikan 10 Program PKK agar dampak ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat bawah.
Hingga berita ini diturunkan, kelima Camat di wilayah tersebut belum berhasil dikonfirmasi di kantor masing-masing.






