Serang, CB – Tanggal 10 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional untuk mengenang pertempuran heroik Surabaya pada tahun 1945. Namun, nyala api perjuangan tersebut tidak hanya milik satu daerah. Di Banten, khususnya wilayah Serang, bumi jawara ini juga melahirkan serta menjadi saksi bisu perjuangan para tokoh hebat yang menorehkan tinta emas dalam sejarah mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam momentum bersejarah ini, penting bagi masyarakat untuk kembali mengenal tokoh-tokoh pahlawan yang memiliki jejak dan keterikatan kuat dengan wilayah Serang. Berikut adalah beberapa figur dan penanda sejarah yang patut dikenang:
- Syafruddin Prawiranegara
Lahir di Serang, Banten pada 28 Februari 1911 (wafat 15 Februari 1989), beliau merupakan sosok sentral penyelemat republik. Syafruddin menjabat sebagai Ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika para pemimpin negara diasingkan Belanda, dan pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pertama.
- Brigjen KH. Syam’un
Sosok ulama sekaligus pejuang yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional. Beliau adalah pendiri perguruan Islam Al-Khairiyah Citangkil dan menjabat sebagai Bupati Serang periode 1945–1949. KH. Syam’un memimpin Brigade I Tirtayasa TKR/TNI dan wafat saat bergerilya mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1949.
- Kapten Ali Amangku & Letda Tb. Soewandi
Kedua perwira ini adalah pemimpin perlawanan gerilya yang gigih melawan Agresi Militer Belanda II pada Desember 1948 di kawasan hutan Sayar, Kota Serang. Perjuangan mereka diabadikan melalui Monumen Watu Gilang atau yang juga dikenal sebagai Tugu 45.
Menanggapi peringatan hari bersejarah ini, Ketua DPRD Kabupaten Serang, H. Bahrul Ulum, S.Ag., M.AP., menyampaikan harapannya agar nilai-nilai perjuangan tidak pudar ditelan zaman.

Pihaknya berharap kegiatan peringatan Hari Pahlawan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat Kabupaten Serang. “Semangat kepahlawanan harus terus kita kobarkan, bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi sebagai pondasi dalam menjaga kedaulatan serta keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya. (ADV)






