DPMD Kabupaten Serang Kembangkan Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Lokal

DPMD Kabupaten Serang Kembangkan Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Lokal

SERANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Serang terus mendorong desa-desa di wilayahnya untuk mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengembangkan konsep desa tematik. Melalui konsep ini, setiap desa diharapkan mampu menonjolkan potensi unggulan masing-masing sebagai ciri khas sekaligus sumber ekonomi.

Kepala DPMD Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto, mengungkapkan bahwa saat ini banyak desa di Kabupaten Serang telah memiliki identitas dan potensi unggulan yang mulai berkembang.

“Mayoritas desa sudah memiliki potensi yang didorong untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ada yang mengembangkan bioflok lele, nila, gurame, hingga desa melon, semangka, hidroponik, bahkan desa ayam petelur,” ujarnya kepada media

Menurutnya, perkembangan desa tematik di Kabupaten Serang menunjukkan tren positif. Salah satu contoh terlihat di Desa Kibin, Kecamatan Kibin, yang mengembangkan usaha ayam petelur.

Produksi telur di desa tersebut telah mencapai sekitar 2.100 butir per hari dari total populasi 2.400 ayam. Meski begitu, produksi tersebut baru mampu memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan lokal.

“Permintaan sangat tinggi, bahkan banyak yang harus antre. Pedagang lebih memilih membeli langsung ke kandang karena harganya lebih murah dan kualitasnya lebih segar,” jelasnya.

Pada tahun ini, DPMD Kabupaten Serang juga berupaya mendorong desa-desa yang belum menentukan potensi unggulan agar segera mengidentifikasi dan mengembangkan sektor yang paling sesuai.

Rudy menyebutkan, saat ini justru banyak desa menghadapi kebingungan karena memiliki terlalu banyak pilihan potensi yang bisa dikembangkan, terutama setelah infrastruktur dasar dinilai sudah memadai.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya aktif turun langsung ke desa-desa guna melakukan pendampingan dan diskusi.

“Kami melakukan pendekatan dengan berdialog langsung agar desa tidak lagi bingung menentukan arah pengembangan potensi mereka,” pungkasnya.***