Serang, cb
Banyak pemilik dapur di Kota Serang kecewa, pasalnya pemilik, yayasan dan Infektor telah mengadakan perjanjian dan kesepakatan, namun banyak pemilik Dapur telah berjalan 5 bulan tiba tiba pemilik dapur tersebut di berhentikan diganti dengan pemilik dapur yang lanya, padahal pemilik dapur yang di berhentikan tersebut telah memiliki persyaratan yang lengkap sesuai dengan juklak dan juknis Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa pemilik dapur yang diberhentikan tanpa alasan yang jelas kepada Wartawan baru baru ini
Menurut beberapa pemilik dapur yang di berhentikan tersebut, mengatakan,seperti kejadian yang menimpa Dapur di wilayah Kecamatan Kec yang terletak di lingkungan Asoka Kelurahan Kasemen Kec Kesemen Kota Serang pemilik dapur tersebut bernama H. Wahid dia dapurnya telah jalan kurang lebih 7 bulan tiba tiba dapurnya di stop dan diberhentikan juga tanpa alasan yang jelas dipindahkan ke dapur milik orang lain,padahal bangunan dapur tersebut kondisi bangunan yang baru tersebut sama dengan pemilik dapur H. Wahid. sehingga H. Wahid merasa di rugikan oleh Infektor dan yayasan, sedangkan H. Wahid telah merenovasi bangunan dapur cukup besar uangnya dengan menghabiskan biaya Rp. 250 juta akhirnya uang sebesar tersebut tidak dapat kembali lagi dengan diberhentikan dapur tersebut namun perhitungan kalau tidak diberhentikan uang rehab dapur tersebut akan kembali. Ternyata tidak disangka dan diduga perhitungan tersebut tidak terlaksana dengan baik. Kini H. Wahid akan menuntut kepada pihak yayasan dan Infektor untuk mengganti rugi biaya rehab gedung Dapur mbg tersebut atau pemberentihan tersebut dicabut kembali dengan memfungsikan lagi dapur milik H Wahid tersebut
Menurut beberapa tokoh masyarakat dan tokoh pendidikan, bahwa banyak permilik dapur mbg tersebut nasibnya sama dengan H Wahid diberhentikan tanpa kejelasan di tengah per jalanan ,bahkan banyak dapur telah berjalan namun besar uangnya sesuai kesepakatan tidak diberikan setiap bulannya sehingga pemelik dapur tersebut banyak yang mengundurkan diri dalam kerjasama mbg tersebut akibat perjanjian dan kesepakatan tidak di tepati oleh investor
Menurut keterangan yang di himpun media onlen cahaya bangsa di kota Serang dan kab Serang banyak program mbg tersebut banyak yang ber masalah diantara banyak yayasan, Infektor dan pemilik dapur tidak solid dan transparan mengenai administrasinya Disamping itu penuh dengan syarat politisi oleh para investor yang mementingkan dirinya sendiri dan memperkaya diri saja sebaiknya program MBG ditinjau kembali diduga banyak pejabat yang tidak becus mengelola program mbg tersebut diharapkan program MBG tersebut diganti dengan berbentuk uang diberikan kepada para murid yang tidak mampu sehingga program tersebut tepat sasaran peruntukannya sedangkan program MBG tersebut para murid orang kaya dapat dan banyak murid anak orang kaya tersebut tidak mau makan dari pembagian MBG , karena biasa dirumahnya makan yang enak enak dan serba gizi (7)






