Gerakan Pasar Murah Menjadi Salah Satu Program untuk Menjaga Inflasi Banten

Gerakan Pasar Murah Menjadi Salah Satu Program untuk Menjaga Inflasi Banten

Serang – Bank Indonesia Perwakilan Banten bersama pemerintah daerah terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui berbagai program strategis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar gerakan pasar murah untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Ekonom Yunior Bank Indonesia Banten, Laura Martha, mengatakan pengendalian inflasi menjadi salah satu fokus utama dalam menjaga daya beli masyarakat. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar harga pangan tetap terkendali.

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut dilakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan berbagai kegiatan seperti operasi pasar murah, kerja sama antarwilayah untuk pasokan komoditas, serta komunikasi kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan harga tetap terjangkau.

“Untuk menelaah inflasi kita ada 4K, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Empat hal ini menjadi strategi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas inflasi,” kata Laura dalam program Ekonomi Digital Jumat, 17 Juli 2026.

Laura menyebut, gerakan pasar murah menjadi salah satu program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat karena membantu menjaga harga bahan pangan. Hingga saat ini, kegiatan pasar murah di Provinsi Banten telah dilakukan sebanyak ratusan kali dan akan terus diperluas.

Selain pengendalian harga pangan, Bank Indonesia juga memperkuat digitalisasi pembayaran melalui penggunaan QRIS di berbagai sektor. Menurut Laura, sistem pembayaran digital memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus membantu pelaku UMKM memperluas pasar.

“Penggunaan QRIS sekarang sudah bukan hanya menjadi alternatif pembayaran, tetapi sudah mulai menjadi pembayaran utama. QRIS membantu masyarakat melakukan transaksi sekaligus membantu pelaku usaha meningkatkan penjualan,” ucapnya.

Ia mengatakan, kondisi ekonomi Banten saat ini masih cukup terjaga meskipun menghadapi tantangan eksternal seperti konflik global dan kenaikan harga bahan baku industri. Bank Indonesia menilai konsumsi masyarakat masih menunjukkan optimisme sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah.***