SERANG, (Cahaya Bangsa) – Kinerja dan kedisiplinan pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Serang tengah menjadi sorotan tajam masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan rendahnya disiplin pegawai serta kualitas pelayanan yang dinilai jauh dari standar prima.
Berdasarkan pantauan dan keluhan warga, kantor Bapenda kerap terlihat lengang meski masih jam kerja. Pada pukul 09.00 WIB pagi, kantor sering kali masih sepi aktivitas. Kondisi serupa terjadi menjelang sore, di mana pada pukul 15.00 WIB kantor sudah mulai ditinggalkan pegawai. Padahal, sesuai peraturan jam kerja ASN, operasional seharusnya berjalan efektif mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Ketidakdisiplinan ini berdampak langsung pada masyarakat yang hendak mengurus administrasi pajak, seperti mutasi SPPT, pembuatan SPPT baru, hingga validasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
“Pelayanannya kurang ramah dan tidak santun. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan pelayanan di bank. Di bank, satpam hingga teler menyambut nasabah dengan sopan dan ramah, meskipun kita tidak menabung. Harusnya instansi pemerintah bisa mencontoh itu, disamping itu selesainya lamban sampai mencapai satu bulan” ungkap salah seorang warga Kota Serang kepada Cahaya Bangsa, baru-baru ini.
Warga menilai, di era digitalisasi saat ini, Bapenda Kota Serang seharusnya mampu memberikan pelayanan publik yang prima, didukung oleh pegawai yang berdisiplin tinggi dan beretika santun.
Sementara itu, upaya wartawan untuk mengonfirmasi keluhan ini kepada Kepala Seksi (Kasi) bagian SPPT tidak membuahkan hasil. Pejabat yang bersangkutan sulit ditemui dan dihubungi meski telah dicoba beberapa kali.
Menanggapi kondisi ini, sejumlah warga mendesak Wali Kota Serang, Budi, untuk segera turun tangan membenahi internal Bapenda. Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh agar citra Bapenda Kota Serang membaik dan masyarakat bisa mendapatkan haknya atas pelayanan yang santun dan profesional. (r)






